Sebelum
memutuskan untuk memilih prodi di SPMB nanti, akan lebih baik jika kita mencari
informasi tentang jurusan tersebut, apa yang dipelajari di dalamnya, lulusannya
mau kemana, keahlian apa yang kita dapatkan, dll. Telusur demi telusur akhirnya
jadi naksir sama ilmu gizi, prodi yang di dalamnya kita bisa mempelajari ilmu
untuk mengobati penyakit dan yang lebih hebatnya lagi bisa untuk mencegah
penyakit. Setelah ditelusuri lebih jauh, prodi ini sebenarnya sangat cocok
untuk cewek tapi bukan berarti cowok tidak cocok yah. Mengapa cewek? Jika
diibaratkan dalam sebuah rumah, jantung adalah dapurnya. Jantunglah organ yang
mendistribusikan zat-zat gizi & oksigen ke seluruh tubuh sedangkan darah
adalah transporternya dan pembuluh darah sebagai jalanannya. Dan yang menguasai
dapur dalam sebuah rumah adalah seorang istri/ibu. Pembantu rumah tangga? PRT
itu hanya asisten. Ohh iyah, mungkin akan lebih baik jika kita mengganti kata
“pembantu rumah tangga” dengan “asisten rumah tangga”, terdengar lebih baik.
Jadi, Saya berkesimpulan kalau istri yang terbaik adalah anak gizi.
Tapi, siapa yang bisa menjamin nantinya kita akan menikah dengan anak gizi? NOPE.. Makartu (maka dari itu) pilihan pertama sewaktu ikut SPMB adalah Ilmu Gizi. Dan Alhamdulillah, dari 50 mahasiswa yang mau diterima, ada nama Sigit Angriawan yang ikut nimbrung dilist kelulusan dengan jumlah pesaing sebanyak 1492. (1492 yah? Tahun dimana semua orang Yahudi diusir dari Spanyol lalu mengungsi ke khilafaan Ustmaniyah. Sory OOT). Sekali lagi Alhamdulillah ya Rabb..
Dengan diterimanya di ilmu gizi, berharap agar bisa mentransfer ilmu yang
dimiliki kepada orang terkasih kelak. (Adamikah?) Iyahh.. (Dimana?) Di masa depan..

